Author: Ani Nur Khabibah

  • Tips Memilih Cemilan Sehat Menurut Ahli Gizi

    Tips Memilih Cemilan Sehat Menurut Ahli Gizi

    Cemilan merupakan makanan porsi kecil yang dimakan di antara dua waktu makan. tidak sedikit yang menganggap bahwa cemilan merupakan penyebab obesitas. Namun, faktanya adalah bahwa camilan berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh selama jeda sebelum makan besar, membuat kita tidak kelaparan. Dengan demikian, kita diharuskan  memilih camilan yang sehat untuk mencegah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

    Seorang pakar nutrisi Widya Fadila mengatakan, pada sesi wawancara yang dimuat dalam laman web oleh  tempo.co “Pada dasarnya ngemil adalah upaya pemenuhan nutrisi yang baik untuk anak, orang dewasa, maupun lansia, sehingga pentingnya bagi untuk memilih camilan yang berbahan alami dan aman”.

    Widya Fadila juga memberikan tips dalam memilih cemilan sehat diantaranya:

    1. Pastikan bahan baku terbuat dari bahan-bahan alami
    2. Perhatikan zat-zat pendukung yang terdapat dalam camilan tersebut tidak mengandung zat-zat buatan (artificial) atau asli
    3. Perhatikan kombinasi nutrisi dari camilan tersebut
    4. Menyeimbangkan menu camilan yang memiliki lebih dari satu makronutrien (protein, lemak, dan karbohidrat). Mengkonsumsi campuran kacang-kacangan (protein dan lemak) dengan umbian (karbohidrat)
    5. Selain berhubungan dengan kondisi kesehatan tertentu, produk camilan yang gluten-free baik untuk mengatur berat badan, serta sumber energi
    6. Jika camilan mengandung olahan tinggi protein seperti keju, telur, ataupun yogurt pastikan menggunakan bahan asli atau bukan hanya perasa saja.
    7. Tips memilih cemilan yang terakhir yaitu hindari atau kurangi camilan yang mengandung pemanis buatan ataupun MSG.

    Secara umum, makan camilan dengan sekitar 200 kalori dan setidaknya 10 gram protein akan membantu Anda tetap kenyang sampai makan berikutnya. Tingkat aktivitas dan porsi makanan utama Anda menentukan intensitas dari camilan Anda. Orang yang lebih banyak duduk mungkin lebih suka ngemil sekali atau tidak sama sekali setiap hari, tetapi orang yang sangat aktif mungkin lebih suka makan antara dua dan tiga kali sehari.

    Referensi:

    https://cantik.tempo.co/read/1554722/tips-memilih-camilan-yang-sehat-dari-ahli-gizi, diakses pada 18 Agustus 2023, 16.18 WIB

     

  • Camilan Sehat untuk Penderita Diabetes

    Camilan Sehat untuk Penderita Diabetes

    Penderita diabetes perlu menjaga pola makan serta pemilihan cemilan dengan ekstra hati-hati, untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Hal ini disebabkan fakta bahwa peningkatan kadar gula darah dapat memicu komplikasi berbahaya. Namun, camilan dapat dimakan oleh penderita diabetes selama tetap sehat dan sesuai kebutuhan. Camilan yang kaya serat, protein, dan lemak sehat sangat penting untuk penderita diabetes karena akan membantu menjaga kadar gula darah tetap normal.

    Rekomendasi Cemilan Sehat untuk Penderita Diabetes

    Berikut adalah rekomendasi beberapa camilan yang disarankan untuk penderita diabetes:

    1. Buah Segar

    Untuk penderita diabetes, buah-buahan segar dengan indeks glikemik rendah, seperti jeruk, apel, stroberi, blueberry, atau pir, dapat menjadi cemilan yang bagus. Namun, jangan makan terlalu banyak buah karena kandungan gula alami dalam buah dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda.

    2. Almond atau Kacang Almond

    Almond adalah pilihan cemilan yang kaya akan serat, protein, dan lemak sehat. Lemak sehat yang terkandung dalam almond dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, yang sering kali menjadi komplikasi dari diabetes. Namun, pastikan untuk memilih almond tanpa garam tambahan.

    Cemilan Sehat untuk Diabetes

    Anda juga dapat  memilih snack sehat yang dijual di pasaran, salah satunya adalah Almond Chips. Selain bebas gluten, almond chips juga rendah glikemiks, karena snack ini tidak menggunakan gula tebu sebagai pemanis, tapi menggunakan madu dan gula palem.

    3. Telur Rebus

    Cemilan Sehat untuk Diabetes selanjutnya adalah telur, ini merupakan sumber kalium yang baik, yang membantu otot, saraf, dan jantung tetap sehat. Telur ukuran sedang mengandung sekitar 7 gram protein, yang sangat baik untuk tubuh. Karena kandungan kolesterol cukup tinggi pada kuning telur, penderita diabetes tidak disarankan untuk mengonsumsinya terlalu banyak.

    4. Greek Yogurt

    Jika Anda menderita diabetes, yogurt adalah pilihan yang bagus untuk mengonsumsi probiotik, karbohidrat, lemak baik, protein, dan karbohidrat. Namun, pastikan untuk memilih yogurt yang tidak mengandung gula atau lemak.

    Empat jenis camilan di atas dapat menjadi pilihan yang sehat dan tepat. Anda juga dapat makan banyak jenis camilan lainnya, asalkan dipilih dengan benar dan sesuai kebutuhan.

    Referensi:

    https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/pilihan-camilan-sehat-bagi-penderita-diabetes, diakes pada 11 Agustus 2023

     

  • Cara Memberi Pemahaman tentang Diabetes pada Anak

    Cara Memberi Pemahaman tentang Diabetes pada Anak

    Menjelaskan kondisi penyakit pada anak memang cukup membingungkan. Apalagi, Anda pun mungkin merasa sedih sekaligus marah dengan kondisi ini. Namun sebagai orangtua, Anda tetap harus menjelaskan pemahaman kepada anak tentang Diabetes.

    Terdapat 4 cara memberi pemahaman anak tentang Diabetes:

    1. Ajak bicara anak sesuai dengan pemahaman dan usianya.
    2. Libatkan pembicaraan keluarga
    3. Gunakan bahasa yang mudah difahami
    4. Beri anak waktu untuk mengerti

    Anak membutuhkan waktu untuk memahami dan menyerap pengetahuan baru ketika diajarkan, jadi Anda harus tetap bersabar.

    Yusmiati, S.Gz, RD dalam Artikelnya yang berjudul Strategi Edukasi Bagi Pasien DM menyebutkan bahwasanya penanganan Diabetes Melitus dapat dikelompokan dalam 5 pilar, yakni:

    1. Edukasi
    2. Perencanaan Makan
    3. Latihan Jasmani
    4. Intervensi Farmakologis
    5. Pemeriksaan gula darah.

    Berdasarkan hasil penelitian (Putri, N.H, et. all, 2013) menunjukkan ada hubungan penyerapan edukasi dengan rerata kadar gula darah, dan ada hubungan antara pengaturan makan dengan rerata kadar gula darah. Pada variabel berikutnya, ada hubungan olahraga dengan rerata kadar gula darah, dan ada hubungan kepatuhan pengobatan dengan rerata kadar gula darah. Keberhasilan pengelolaan diabetes mellitus membutuhkan partisipasi aktif pasien, keluarga, tenaga kesehatan terkait dan masyarakat. Pencapaian keberhasilan perubahan perilaku dibutuhkan edukasi yang komprehensif.

    Referensi:

    Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018.

    Yusmiati, S.Gz,RD.2021.Strategi Edukasi Bagi Pasien DM. RUma Sakit Akademik Universitas Gadjah Maada.

    https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/diabetes-pada-anak/, diakes pada Juli 2023

  • Penanganan Diabetes pada Anak di Rumah

    Penanganan Diabetes pada Anak di Rumah

    Orang tua harus berperan langsung dalam menjaga dan membantu anak yang menderita diabetes. Di rumah, orang tua dapat merawat anak mereka yang menderita diabetes dengan memulai berbagai kebiasaan sehat, seperti pola makan yang sehat dan olahraga yang cukup. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk melakukan Penanganan Diabetes pada Anak.

    1. Menjaga pola makan sehat

    • Mengurangi minuman manis dan lebih bany ak air putih.
    • Meningkatkan konsumsi sayur dan buah
    • Menghindari makan berlebihan, makan dengan perlahan.
    • Menghindari makan terlalu banyak, pastikan Anda hanya makan apa yang ada di meja.
    • Pertama, beri anak porsi kecil.

    2. Melakukan aktivitas fisik

    • Mencoba melakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari, dibagi menjadi sesi 10–15 menit setiap sesi.
    • Lakukan aktivitas fisik secara perlahan
    • Coba jenis aktivitas baru untuk mencegah kebosanan
    • Biarkan anak melakukan aktivitas fisik yang lebih dia sukai
    • Sediakan waktu untuk jalan-jalan bersama
    • Membersihkan rumah, dan mencoba hobi yang bisa dilakukan di rumah, seperti membuat kerajinan atau bercocok tanam.

     

    3. Cek gula darah rutin

    Cara Penanganan diabetes pada anak selanjutnya yakni mengecek gula darah secara rutin. hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa gula darah anak Anda tetap terkontrol adalah dengan melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur.  untuk membuat pemeriksaan lebih mudah, Anda harus memiliki alat tes gula darah di rumah.

    4. Memeriksa penggunaan insulin.

    Pengganti insulin diperlukan untuk penderita diabetes tipe 1 setiap harinya.

    Oleh karena itu, Anda harus tahu tentang dosis, jenis, dan cara memberikan insulin pada si kecil. Jika Anda ingin tahu tentang aturan penggunaan insulin untuk anak Anda, konsultasikan dengan dokter mereka.

    Ingatlah bahwa pengelolaan diabetes pada anak bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi dengan dukungan, pendidikan, dan komitmen, anak Anda dapat hidup dengan baik dan bahagia. Dukungan keluarga adalah kunci utama dalam membantu anak menghadapi tantangan ini dengan lebih baik. Selalu konsultasikan dengan tim medis anak Anda jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai kondisi diabetes mereka.

  • Makanan Penyebab Diabetes yang Perlu Dibatasi

    Makanan Penyebab Diabetes yang Perlu Dibatasi

    Sebagai informasi, diabetes bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk genetika, gaya hidup, dan pola makan. Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang berpotensi menyebabkan diabetes pada  jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak seimbang.

    1. Makanan tinggi karbohidrat

    Makanan penyebab diabetes yang pertama adalah makanan tinggi karbohidrat. Jenis makanan ini mengandung karbohidrat tinggi dan rendah serat yang dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, contohnya nasi putih, tepung terigu, pasta, roti, dan kentang goreng.

    Batasi porsi makanan Anda untuk mengurangi risiko terkena diabetes. Sebagai gantinya  dapat diberi asupan biji-bijian utuh (seperti nasi merah atau coklat), karbohidrat kompleks (seperti kacang-kacangan, ubi rebus, oatmeal, dan roti gandum tanpa gula), buah dan sayuran.

    2. Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans

    Meskipun lemak jenuh dan lemak trans tidak secara langsung meningkatkan gula darah, keduanya dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan menyebabkan resistensi insulin, meningkatkan risiko diabetes.

    Yang termasuk ke dalam jenis lemak ini adalah  Daging merah, daging olahan, mentega, selai kacang, krimer, keju, susu tinggi lemak, makanan cepat saji, kripik kentang, dan kue.

    Sebagai gantinya, Anda dapat mengkonsumsi tahu, alpukat, dan kacang-kacangan seperti edamame atau kacang almond.

    4. Buah kering dan buah kalengan

    Buah kering merupakan salah satu makanan penyebab diabetes. Hal ini karena buah yang dikeringkan biasanya mengandung kadar gula yang tinggi, Kismis dan anggur yang dikeringkan, misalnya. Kismis memiliki lebih banyak karbohidrat daripada anggur segar.

    Hindari atau batasi konsumsi buah-buahan yang dapat menyebabkan diabetes, seperti buah kering, buah kalengan, smoothies beku, dan jus buah.

    Namun tenang, Anda tetap dapat makan buah. Tapi berhati-hatilah saat memilihnya, buah seperti kiwi, semangka, pir, jeruk, apel, stroberi, dan pir  bisa jadi pilihan terbaik dikarenakan buah-buah tersebut tidak mengandung banyak gula.

    5. Minuman ringan yang manis

    Makanan yang dapat menyebabkan diabetes harus dihindari, termasuk minuman yang mengandung gula. Misalnya, Teh manis, teh bubble, minuman cokelat, dan kopi yang dicampur dengan sirup gula, atau karamel. Selain itu, minuman berenergi dan bersoda termasuk dalam kategori ini. Konsumsi teh herbal, seperti teh dari kulit manggis, adalah pilihan yang cukup baik.

    Referensi:

    Theobald, M. Everyday Health (2020). The Best and Worst Foods to Eat in a Type 2 Diabetes Diet. 

    alodokter.com

  • Kenali Gejala Diabetes pada Anak

    Kenali Gejala Diabetes pada Anak

    Apa yang dimaksud dengan diabetes pada anak?

    Diabetes Tipe 1 pada Anak

    Diabetes pada anak atau dikenal juga dengan istilah diabetes tipe 1, merupakan kondisi dimana tubuh anak gagal memproduksi hormon insulin yang cukup. Insulin adalah hormon yang berfungsi untuk membantu tubuh memetabolisme glukosa (gula) menjadi energi. Tanpa insulin yang cukup, glukosa akan menumpuk dalam darah dan menyebabkan kadar gula darah yang tinggi. Sebelum lanjut membahas gejala diabetes pada anak, kenali terlebih dahulu apa itu diabetes pada anak.

    Penyebab diabetes tipe 1 pada anak belum diketahui. Namun, beberapa kasus terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah atau autoimun, yang memungkinkan bakteri dan virus serta sel kekebalan tubuh menyerang sel yang memproduksi insulin di pankreas.

    Diabetes Tipe 2 pada Anak

    Sebenarnya, diabetes tipe 2 adalah penyakit jangka panjang yang membutuhkan perawatan medis khusus dan lebih sering dialami oleh orang dewasa. Namun, diabetes tipe 2 juga sering menyerang anak-anak berusia di atas 10 tahun atau memasuki usia remaja.

    Keturunan dari orang tua yang menderita diabetes tipe 2 adalah salah satu penyebab diabetes tipe 2 pada anak. Namun, ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan kondisi ini, seperti anak kelebihan berat badan, jarang berolahraga, dan sering mengonsumsi makanan tinggi gula.

    Gejala Diabetes pada Anak

    Anak-anak yang menderita diabetes mungkin hampir tidak memiliki gejala yang jelas. Namun, jika ada gejala, diabetes tipe 1 dan tipe 2 sangat umum dan mirip. Berikut adalah gejala yang mungkin muncul pada anak-anak yang menderita diabetes:

    1. Sering buang air kecil dan kadang-kadang mengompol
    2. Sering haus karena sering buang air kecil
    3. Lapar yang berlebihan
    4. Penurunan berat badan yang signifikan
    5. Penglihatan kabur
    6. Tubuh lemah dan lesu
    7. Kulit yang menghitam terutama di leher, ketiak, dan selangkangan
    8. Luka sulit sembuh.

    Orang tua atau pengasuh wajib konsultasi ke dokter jika menemukan beberapa indikasi awal atau ciri-ciri diatas pada anak. Dengan diagnosis dini, orangtua dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dan memastikan bahwa anak mendapatkan perawatan yang tepat.

    Referensi:

  • Dampak Gula Berlebih pada Anak terhadap Tumbuh Kembangnya

    Dampak Gula Berlebih pada Anak terhadap Tumbuh Kembangnya

    Konsumsi gula berlebih telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada anak-anak. Terlalu banyak mengonsumsi gula dapat berdampak negatif pada kesehatan anak dan meningkatkan risiko penyakit serius.

    Dampak gula berlebih pada anak:

    1. Obesitas

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 anak di Indonesia obesitas, selain faktor genetik dan kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat, termasuk gula berlebihan, juga berperan.

    2. Penyakit Jantung

    Pola makan tinggi gula pada anak-anak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari. Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, yang merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung.

    3. Diabetes

    Jika anak-anak dibiarkan makan gula berlebihan hingga dewasa, itu juga meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes. Dalam jangka panjang, penyakit diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan banyak masalah serius, seperti kerusakan saraf, masalah fungsi ginjal, gangguan penglihatan, atau stroke.

    4. Karies Gigi

    Terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman manis berisiko mengalami kerusakan gigi pada anak, terutama jika mereka tidak terbiasa membersihkan giginya secara teratur. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan segera, anak-anak tersebut berisiko mengalami gigi berlubang di kemudian hari.

    5. Gangguan Perilaku dan Konsentrasi

    Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu kemampuan otak untuk berfungsi secara optimal. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan penurunan daya ingat dan konsentrasi anak, yang dapat berdampak pada hasil belajar mereka di sekolah.

    Penting bagi orangtua untuk membatasi konsumsi gula pada anak-anak dan memperkenalkan pola makan yang sehat. Membiasakan anak dengan makanan yang rendah gula, seperti buah-buahan segar, sayuran, dan makanan dengan karbohidrat kompleks, dapat membantu menjaga kesehatan mereka. Edukasi tentang manfaat makanan sehat dan bahaya konsumsi gula berlebihan juga penting agar anak-anak dapat membuat pilihan makanan yang cerdas sepanjang hidup mereka. (aninurkha)

  • CARA MENDIDIK ANAK BERPIKIR LOGIS SEJAK DINI

    CARA MENDIDIK ANAK BERPIKIR LOGIS SEJAK DINI

    Pada dasarnya, semua anak memiliki kecerdasan matematika logis. Menurut Gardner, kecerdasan matematis logis mencakup penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan. Dan menurut Gardner, ciri-ciri anak yang cerdas secara matematis dan logis pada usia balita yakni keinginan anak untuk bereksplorasi memenuhi rasa ingin tahunya, seperti menjelajah setiap sudut, mengamati objek yang unik baginya, dan melakukan uji coba. Mereka tertarik untuk menyusun puzzle atau masuk ke dalam ember air. Selain itu, mereka sering bertanya tentang berbagai fenomena dan meminta penjelasan logis untuk setiap pertanyaan. Anak-anak juga menyukai berhitung dan mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis, dan lain-lain. Berikut cara mendidik anak yang bisa Mom’s n Dad’s adobsi dan sesuaikan dengan kondisi anak.

    Cara Mendidik Anak Agar Berpikir Logis Sejak Dini:

    1. Game Matematika atau logika

    Anak-anak dapat belajar logika matematika dengan bermain permainan seperti kartu urutan peristiwa, puzzle, lego, dan maze. Permainan ini mengajarkan mereka mengorganisir objek berdasarkan warna, ukuran, dan bentuk angka. Anak akan menghadapi masalah dalam permainan ini, tetapi itu bukan masalah sebenarnya; itu adalah permainan yang harus dimainkan anak. Masalah yang menyenangkan itu dapat membuat anak-anak dilatih untuk memecahkan masalah tanpa sadar. Hal ini akan meningkatkan kemampuan anak untuk mengatasi masalah.

    2. Berhitung dalam Aktivitas sehari-hari

    Untuk membantu anak menjadi lebih terbiasa dengan angka dan hitungan, libatkan mereka dalam kegiatan harian perhitungan sederhana, seperti menghitung jumlah barang belanjaan, menghitung buah yang dimakan, atau menghitung waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke tempat tertentu. Ajak anak belajar tentang berat dan besar, seperti buah mana yang lebih besar atau lebih berat.

    3. Kenalkan Alat Pengukuran

    Mengajak anak menimbang tepung pada timbangan saat membuat kue bersama adalah cara yang bagus untuk mengenalkan alat pengukur. Mereka juga bisa menggunakan penggaris untuk mengukur sesuatu, menghitung berapa lama ayah berlari dengan stopwatch, atau melakukan hal lain.

    4. Ajarkan Ketelitian

    Ajak anak terlibat dapat perhitungan sederhana di rumah, menyelesaikan masalah secara runut dan logis, maka anak akan lebih mudah untuk mengikuti. Tanpa sadar, logika matematikanya sudah tumbuh.

     

Assalaamualaikum 😊