Author: Ani Nur Khabibah

  • Cara Paling Efektif Mengatasi Tantrum pada Anak

    Cara Paling Efektif Mengatasi Tantrum pada Anak

    Saat memasuki usia balita khususnya pada usia 1-3 tahun, anak belum bisa menyampaikan keinginan dan perasaan marah atau kesalnya dengan kata-kata yang baik sehingga ia akan mengungkapkan perasaan tersebut dengan cara kesal, menangis, berteriak, dll.  Keadaan seperti ini pasti membuat ibu stres dan bingung. Tetapi, Kondisi ini normal dan merupakan bagian dari proses perkembangan anak. Meski wajar terjadi, ibu dan ayah sebagai orang tua mutlak harus tahu bagaimana mengatasi tantrum pada Anank . Jika tidak mampu ditangani dengan baik, fase ini dapat bertahan sampai ia dewasa atau intensitasnya berkembang menjadi parah. Coba lakukan beberapa cara untuk mengatasi tantrum pada anak berikut!

    5 Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

    1. Cari Tahu Penyebab Tantrum pada Anak

    Tantrum bisa terjadi karena banyak hal, mulai dari keinginan yang tidak terpenuhi hingga ketidakmampuan untuk mengomunikasikan rasa lapar atau kelelahan. Salah satu teknik untuk mengetahui keinginan si kecil adalah dengan bertanya langsung kepadanya “Apakah Anda lapar?” atau “Apakah kamu masih mengantuk?”. Ada kemungkinan anak itu akan mengangguk atau menggelengkan kepalanya karena hal ini. Jika penyebab tantrum anak diketahui, maka ibu akan lebih mudah mengatasinya.

        3. Bersikap Tenang

    Tetap tenang dan jangan balas berteriak atau mencoba menghentikan anak secara fisik agar anak tidak membuat ulah. Sikap tetap tenang dapat membantu mengatasi tantrum lebih cepat. Jika anak perlu menenangkan emosinya, ibu dapat mencoba membawanya ke tempat yang lebih sepi dan tenang. Awasi terus si kecil dan beri dia kebebasan berekspresi sambil tetap memastikan keamanan mereka. 

    1. Alihkan Perhatian Anak

    Anak kecil sangat mudah tertarik hal-hal yang baru. Ibu bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mengalihkan perhatian anak saat tantrum. Seperti contoh memberikan mainan yang dia sukai atau memberikan camilan favoritnya.

         4. Jangan Memukul Anak

    Untuk mengatasi tantrum, jangan memukul anak atau mencubitnya. Jika dilakukan, hal tersebut justru dapat membuat anak jadi terbiasa memukul untuk menyampaikan semua keinginannya. Sebagai gantinya, ibu bisa memeluk atau mencium anak agar anak tenang dan bisa meredakan emosinya. Selain menenangkan, sebuah pelukan dan ciuman ternyata juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa anak benar-benar dicintai oleh sang ibu.

    Jika anak tampak terlalu sering mengalami tantrum yang membuatnya menyakiti dirinya sendiri atau orang lain, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendiskusikan perilaku tersebut dan agar dapat menemukan cara yang tepat menanganinya.

    1. Memberikan Edukasi kepada Anak

    Ibu perlu mengajarkan disiplin pada anak agar kebiasaan buruk saat tantrum tidak menjadi kebiasaan buruk untuknya di masa depan. Agar tidak menjadi kebiasaan buruk Si Kecil di masa depan, Bunda perlu mengajarkan disiplin pada anak. Jika tindakan anak mulai sangat mengganggu, seperti ketika dia melempar barang ke orang lain. Misalnya, sampai anak itu tenang, dia harus tinggal di kamar dan tidak boleh pergi, atau dia harus berhenti menonton kartun favoritnya.

    Jika anak berhasil tenang, berikanlah pengakuan atas keberhasilannya. Setelah itu jelaskan dengan baik-baik bahwa apa yang ia perbuat sebelumnya adalah perilaku yang tidak baik.

    Dalam menghadapi anak ketika tantrum tak perlu panik dan juga emosi, setelah memahami tantrum pada anak dengan baik ibu bisa memilih cara yang tepat untuk mengatasinya. Dengan mengetahui semua seluk beluk tantrum anak, ibu tentu akan bisa mengatasinya dengan sangat efektif. 

  • Ide Permainan Anak Kreatif Pengganti Gadget

    Ide Permainan Anak Kreatif Pengganti Gadget

    Di era digital seperti saat ini, tak bisa dipungkiri jika menemukan anak kecil asik bermain gadget adalah hal yang umum terjadi. Cukup disayangkan jika masa kecil seorang anak  hanya dihabiskan terpaku di depan tablet atau smartphone saja. Sebenarnya, menyiasatinya cukup sederhana, untuk merangsang sisi kreatif si kecil, orang tua tidak perlu repot membuat permainan yang rumit, cukup dengan ide permainan sederhana dan kreatif pengganti gadget yang mudah dipraktikan di rumah ini, dijamin ampuh bikin anak berhenti main gadget dan jauh dari rasa bosan. 

    5 Ide Permainan Pengganti Gadget Kreatif untuk Anak

    1. Melukis dengan cat air

    bermain cat air

    Anak-anak akan senang dan tertarik bermain dengan sesuatu yang berhubungan dengan air dan mereka juga menyukai sesuatu yang berwarna-warni. Bahan yang dibutuhkan yaitu cat air dan kuas, styrofoam bekas, spidol untuk menggambar pada styrofoam. Penggunaan styrofoam akan memudahkan anak untuk mengaplikasikan cat air pada hasil karyanya, karena cat tidak akan luntur secepat kertas biasa.

    Bermain art memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Selain menumbuhkan kreativitas dan mengembangkan keterampilan motorik halus, art juga dapat meningkatkan keterampilan psikososial anak dengan memungkinkan mereka untuk mengekspresikan perasaan dan mengekspresikan diri.

    Dengan latihan ini, diharapkan anak-anak dapat mengartikulasikan dan mengekspresikan diri secara lebih efektif.

     

    2. Boneka Tangan & Jari

    bermain boneka dengan jari dan tangan

    Bahan yang dibutuhkan cukup sederhana yaitu sarung tangan atau kaos kaki yang sudah tidak terpakai. Lalu tambahkan fitur wajah seperti mata dan bibir dengan spidol berwarna. Bisa juga meminta bantuan anak untuk kegiatan kecil, seperti menempelkan kancing sebagai mata atau menempelkan kain cadangan untuk membuat rambut. Setelah menyelesaikannya, boneka siap digunakan untuk bermain. Ibu dapat mengajak anaknya untuk membuat pertunjukan boneka dengan cara mendongeng. 

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Department of Science and Research Branch, Islamic Azad University di Iran, game ini juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa, mengenalkan konsep kesadaran diri dan menumbuhkan rasa empati terhadap orang lain.

     

    3. Menyusun Simple Puzzle

    bermain puzzle

    Ide permainan pengganti gadget untuk anak selanjutnya super simple tapi anak sangat suka. Hanya bermodalkan kardus bekas dan pensil warna dengan membuat puzzle yang mudah disusun oleh anak karena hanya terdiri dari 4 bagian. Untuk yang tidak pandai menggambar, bisa memakai gambar printable atau gambar yang dipunya di rumah, lalu tempel ke kardus bekas. 

     

     

     

    4. Memindahkan air menggunakan spons

    memindahkan air dengan spons

    Mayoritas anak-anak biasanya menyukai basah-basahan. Fasilitasi ketertarikannya itu dengan meminta anak memindahkan air menggunakan spons. Pertama, siapkan 2 baskom dan isi salah satunya dengan air. Siapkan juga spons pencuci piring. Kemudian minta anak itu untuk mencelupkan spons ke dalam baskom berisi air. Kemudian peras spons ke dalam wadah kosong lainnya. Lewat permainan ini, anak juga akan belajar bahwa air itu bisa dipindahkan memakai spons, sehingga kemampuan berpikirnya pun terasah.

     

     

     

    5. Bermain play dough

    bermain dengan clay

    Permainan ini cukup populer di kalangan anak-anak dan tersedia di banyak toko mainan. Mainan ini menyerupai tanah liat karena teksturnya yang lembut dan mudah dibentuk. Bermain play dough dapat melatih motorik halus anak serta memancing daya kreativitasnya karena play dough bisa dibentuk menjadi benda-benda dan memungkinan anak untuk menciptakan karyanya sendiri.

    Selain itu, banyak hal lain yang harus diperhatikan ketika masa perkembangan anak, selain mengontrol penggunaan gadget, orang tua juga harus memberikan nutrisi yang cukup. Berikan anak makanan yang sehat dan bergizi, termasuk cemilan yang sehat setiap harinya.

  • Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

    Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

    Kecanduan gadget pada anak tidak boleh dianggap enteng! Karena kebiasaan main gadget yang terlalu sering akan berdampak buruk pada kesehatan anak dalam jangka panjang. Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi anak kecanduan gadget  pada anak.

    5 Cara mengatasi kecanduan gadget pada anak

    1. Membatasi Penggunaan Gadget pada Anak

    Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

    Tak bisa dipungkiri di era moden seperti sekarang ini, terdapat manfaat penggunaan gadget untuk anak-anak. Tetapi, sebagai orangtua, harus tetap memberikan pengawasan dan pembatasan pada anak dalam menggunakan gadget.

    Misalnya, beri waktu anak-anak menggunakan menggunakan gadget selama 1-2 jam setiap hari atau bisa juga dengan memberikan gadget pada hari tertentu saja. 

    Anak butuh waktu untuk terlepas dari gadget. Jadi, mengurangi waktu bermain gadget pada anak tidak boleh secara mendadak tapi lakukan secara perlahan tetapi tetap konsisten.

     

    2. Jadi Contoh yang Baik

    Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak (2)

    Anak adalah peniru hebat, dia belajar dari lingkungan sekitar. Jika orangtua bermain gadget saat mengasuh anak, anak pasti akan meniru kebiasaan buruk orang tua tersebut dan menjadikan anak semakin sulit untuk jauh dari gadget. Jika ingin mengurangi waktu anak bermain gadget, sebagai orang tua juga harus mampu mengatur waktu dengan bijak dalam menggunakan gadget.

     

    3. Sediakan Permainan Alternatif

    Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak (5)

    Saat ini banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anaknya sebagai mainan, padahal sudah tersedia beberapa mainan edukatif yang lebih bermanfaat dan sesuai dengan usianya.

    Jika tidak ingin anak kecanduan gadget, carilah permainan yang edukatif dan menarik. Saat ini ada banyak jenis mainan edukatif di pasaran. Pilih jenis mainan yang juga bisa membuat anak fokus dengan mainan tersebut, biarkan anak berkreasi membuat sesuatu sehingga ia tidak cepat bosan saat menggunakannya.

     

    4. Disiplin, Tegas dan Konsisten

    Cara Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak (4)

    Bersikap tegas, keras dan konsisten dalam menegakkan aturan, membatasi penggunaan dan mengajak anak bermain di luar adalah hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah anak mereka kecanduan gadget.

    Harus ada kerjasama antar ayah dan ibu. Jangan sampai ada perbedaan pendapat antara ibu dan ayah yang akan membuat anak akhirnya membantah aturan yang ada. Sebelum disosialisasikan pada anak, orang tua harus membuat kesepakatan dulu dan berjanji untuk berkomitmen dengan aturan yang ada. Bersikap tegas juga dibutuhkan agar anak tidak menganggap orang tuanya plin-plan, bisa dinego soal aturan.

     

    5. Perbanyak Waktu bersama Anak

    Kecanduan Gadget pada Anak

    Cara selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak adalah dengan bermain. Ajaklah anak bermain di dalam rumah atau di luar rumah agar bisa megalihkan perhatian anak sehingga lupa dengan gadget. kita juga bisa mengajak anak untuk lari pagi atau bersepeda di hari liburnya, mengajak anak untuk memasak bersama, atau berkunjung ke rumah saudara. Kegiatan seperti ini tidak hanya untuk membantu membentuk kemampuan interpersonal, tetapi juga akan membangun kemampuan motorik dan kreativitas anak.

    Kadang-kadang, ketidakhadiran orang tua mereka menjadi alasan mengapa anak-anak ditemukan bermain dengan gadget. Orang tua sibuk kerja, sibuk bisnis, sibuk aktivitas yang lain, apalagi jika anak tinggal bersama pengasuh, maka mainan sehari-hari sudah pasti gadget. Oleh karena itu tingkatkan intensitas waktu bersama anak agar anak merasa diperhatikan.

    Arahkan penggunaan gawai pada anak untuk kebutuhan pendidikan yang lebih efektif. Dukung anak untuk sukses sekolah dengan memanfaatkan teknologi yang ada di perangkat gadget.

  • Baby Blues dalam Islam dan Cara Mengatasinya

    Baby Blues dalam Islam dan Cara Mengatasinya

    Baby blues dalam Islam, ternyata telah tertulis di dalam Al-Qur’an. Dijelaskan bahwa menjadi ibu bukanlah hal mudah. Ada beban berat yang dipikul  ibu usai melahirkan sang buah hatinya. Oleh karena itu, seorang anak diperintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya. Simak sampai akhir yaa, untuk mengetahui mengenai baby blues dalam pandangan islam dan cara mengatasinya. Beban berat seringkali memberi dampak yang tidak ringan bagi emosi Ibu pasca melahirkan. Mengutip dari studi pada tahun 2019 berjudul Sindrom Baby Blues: Kesan dan Penanganan dalam al-Qur’an, dalam kasus seperti ini, emosi yang paling menonjol umumnya adalah rasa takut dan mudah marah. Ketakutan akan tanggung jawab baru menjadi seorang ibu dan kondisi dimana sang ibu menjadi mudah tersinggung dan terpancing emosinya karena perubahan hormon, apalagi jika juga mengalami kelelahan karena mengurus bayi.

    4 Cara Mengatasi Baby Blues dalam Islam

    1. Mendekatkan diri pada Allah SWT

    Dalam QS. Thaha ayat 130 dikatakan mendekatkan diri kepada Allah juga dapat membuat manusia menjadi lebih sabar karena yakin bahwa segala kesulitan merupakan ujian dan kehendak-Nya.

    2. Meminta Dukungan Suami

    Selain mendekatkan diri pada Allah SWT, seorang istri juga memerlukan dukungan suami untuk melewati situasi baby blues.

    Suami juga diharapkan bisa berlaku adil dan bisa membahagiakan sang istri yang sedang mengalami baby blues.

    3. Dukungan Keluarga Terdekat

    Tidak hanya suami, dukungan keluarga terdekat pun juga bisa membantu seorang ibu untuk keluar dari kondisi baby blues.

    Dukungan dari orang tua, mertua, dan saudara-saudara pun  bisa membantu pemulihan kondisi ibu yang sedang mengalami baby blues.

    4. Melakukan Relaksasi (healing)

    Untuk menenangkan diri sendiri, seorang ibu yang memiliki kondisi baby blues bisa melakukan relaksasi, seperti sholat, membaca al-Qur’an, dzikir dan menghayati maknanya dan berkumpul dengan orang-orang yang baik dan mendukung untuk selalu berpositif thinking dan bahagia.

    Itulah berbagai cara untuk mengatasi babby blues dalam islam. Selain beberapa cara diatas seorang ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi agar proses menyusui berjalan lancar.

  • Tips Memberi Nama Anak Sesuai Syariat Islam

    Tips Memberi Nama Anak Sesuai Syariat Islam

    Bagi sebagian orang tua, memberikan nama anak sesuai syariat islam perlu mendapat pertimbangan yang matang karena nama anak merupakan doa yang akan mempengaruhi kepribadian dan karakternya. Lantas, bagaimana seharusnya seorang anak diberi nama sesuai dengan syariat Islam?. Berikut tips memberi nama anak yang diambil dari beberapa sumber.

    Tips Memberi Nama Anak Sesuai Syariat Islam

    1. Memberikan nama yang baik kepada anak

    Ada banyak pilihan dalam memberi nama anak sesuai syariat Islam, salah satunya disunahkan menggunakan nama yang disandarkan kepada Allah atau sifat-Nya. Seperti Abdullah Abdurrahman, Abdur Rauf Abdul Ghafur dan sebagainya. Ada sejumlah pendapat ulama perihal nama yang paling disukai Allah. Tetapi, jumhur atau mayoritas ulama menyebut nama Abdullah dan Abdur Rahman  sebagai yang paling disuka. 

    2. Tidak menggunakan nama yang dibenci Allah SWT

    Selanjutnya yaitu jangan memilih nama anak dari nama-nama yang dibenci oleh Allah SWT. Misalnya berdasarkan nama para dewa, matahari, berhala dan nama yang memuja sesuatu.

    Selain itu, memberikan nama anak yang bisa membuat perselisihan antar saudara juga makruh hukumnya. Maksudnya, yakni nama tersebut berpotensi menjadi bahan ejekan bagi anak ke depannya. 

    3. Memperhatikan waktu yang tepat saat memberi nama

    Dalam sebuah hadits dari Abu Musa yang diriwayatkan oleh Iman Bukhari, disebutkan: 

    “Anak laki-lakiku lahir, kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW dan beliau lalu memberinya nama Ibrahim (anak tertua Abu Musa), beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku.”

    Inti dari hadits di atas adalah bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan nama anak tersebut sesaat setelah kelahirannya. Beberapa pendapat lain mengatakan jika waktu yang baik untuk memberikan nama kepada anak adalah segera setelah lahir sampai hari ketiga dan di hari ketujuh bayi setelah dilahirkan. 

    Selain memberikan nama yang baik untuk anak, orang tua juga wajib memenuhi gizi seorang anak, salah satunya dengan memberikan snack sehat agar anak tumbuh menjadi insan yang sehat jasmani dan rohani.

  • 5 Ide Lomba 17 Agustus Seru untuk Anak

    5 Ide Lomba 17 Agustus Seru untuk Anak

    HUT RI merupakan hari yang selalu dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Selain upacara bendera, lomba 17 Agustus merupakan hal yang sangat dinanti masyarakat. Lomba tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, namun Lomba 17 Agustus juga di gelar untuk anak.

    Lalu, apa saja lomba 17 Agustus untuk anak yang seru?

    Berikut beberapa lomba Agustusan yang seru untuk anak yang diambil dari beberapa sumber

    1. Lomba Joget Balon

    Lomba joget balon membutuhkan kerjasama antar anggota tim. Cara bermainnya pun cukup mudah, yaitu kedua anak yang mengikuti lomba saling berhadapan dalam jarak dekat. Balon kemudian ditempatkan di antara perut peserta sehingga balon menjadi terhimpit. Setelah itu, akan diputarkan lagu anak-anak, dan para peserta akan diminta untuk menari sambil menjaga agar balon tidak jatuh.

    2. Lomba Memasukkan Pensil ke Dalam Botol

    Memasukkan pensil ke dalam botol, lomba ini hanya membutuhkan pensil dan botol kosong. Selanjutnya para peserta harus berdiri di garis start dengan pensil yang sudah dikaitkan di pinggang menggunakan tali. Jika wasit meniup peluit, peserta boleh berlomba ke garis finis dan memasukkan pensil ke dalam botol kosong. Pemenangnya adalah peserta yang memasukkan pensil terlebih dahulu.

    3. Lomba Menangkap Belut

    Lomba yang cukup unik dan jarang dilakukan adalah lomba menangkap belut.

    Perlombaan 17 agustusan ini tidak hanya unik, tetapi juga seru karena anak-anak perlu menangkap belut di sebuah ember  dan tentunya lomba ini bisa melatih fokus anak.

    4. Lomba Estafet Air

    Lomba 17 Agustusan yang seru untuk anak berikutnya adalah estafet air antara dua tim atau lebih. Jumlah peserta dalam satu tim tergantung pada panitia lomba. Setiap peserta harus meletakkan mangkuk plastik di atas kepalanya dan kedua tim harus berbaris secara vertikal. 

    Anak yang berada di paling depan akan menuangkan air ke dalam mangkuk di belakangnya tanpa menoleh sampai air tersebut mencapai anak yang berada di urutan paling belakang.Tim yang mengumpulkan air paling banyak di mangkuk terakhir adalah pemenangnya.

    5.Lomba Menggambar Bendera Indonesia

    Anak-anak dapat mengikuti lomba 17 Agustus dengan menggambar bendera Indonesia. Selain melatih sisi kreatif, kompetisi ini juga bisa menumbuhkan  rasa nasionalisme anak.

    Dari beberapa lomba diatas selain dapat meningkatkan syaraf motorik  dan kreatifitas anak, lomba-lomba tersebut juga dapat mengenalkan dan menumbuhkan jiwa nasionalisme pada anak.  Nah itulah beberapa ide lomba 17 Agustus yang seru untuk anak-anak yang bisa diterapkan di hari kemerdekaan Indonesia. 

  • Mengenalkan Nasionalisme Pada Anak

    Mengenalkan Nasionalisme Pada Anak

    Golden age merupakan masa penting dalam masa perkembangan anak. Masa golden age adalah masa emas pada anak-anak di awal kehidupannya yaitu pada usia 0-5 tahun. Fase ini penting untuk diperhatikan oleh orang tua karena pada fase ini pertumbuhan anak berkembang begitu pesat. Pada usia ini bisa mulai ditanamkan pembentukan karakter serta menanamkan nilai moral bangsa, salah satu caranya adalah mengenalkan rasa nasionalisme pada anak.

    Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Demikian juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak-anak agar cinta tanah air mereka, maka ia harus mengenalkan nasionalisme pada anak. Disamping melalui berbagai mata pelajaran di sekolah, sebagai orang tua pun mempunyai peranan penting dalam mengenalkan dan menanamkan nasionalsime pada anak. Nah, beberapa cara ini juga bisa diterapkan para orang tua pada anak agar sikap nasionalisme dapat terbentuk sejak dini.

    4 Cara Mengenalkan Nasionalisme pada Anak

    1. Memperkenalkan aneka ragam budaya Indonesia

    Mengenalkan aneka ragam budaya pada anak dapat dilakukan dengan banyak hal, diantaranya adalah mengajari anak bahasa daerah, mengenalkan makanan khas daerah dan permainan daerah . Selain untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada anak hal tersebut merupakan salah satu bentuk untuk melestarikan ragam budaya Indonesia.

    Kegiatan karnaval yang diadakan setiap tahun untuk merayakan HUT Republik Indonesia adalah kegiatan yang menyenangkan untuk anak-anak sebagai bentuk  menumbuhkan jiwa nasionalisme mereka. Karnaval ini identik dengan mengenakan pakaian atau kostum unik dan lucu. Biasanya pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga anak-anak dapat belajar tentang kebudayaan di indonesia.

    2. Mengunjungi Museum

    Fun learning yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak salah satunya adalah mengunjungi berbagai daerah yang ada di Indonesia. Dengan demikian anak-anak akan lebih mengenal Indonesia dan akan mencintai tanah air. Hal ini juga bisa dijadikan suatu pembelajaran untuk mengenal keberagaman budaya serta kekayaan bangsa di daerah lain. Mengunjungi tempat bersejarah adalah bagian yang menyenangkan untuk mempelajari sejarah Indonesia dan mengenal tokoh-tokoh yang berjuang memerdekakan Indonesia. 

    3. Membacakan buku cerita sejarah

    Saat ini sudah banyak buku sejarah untuk anak-anak yang dijual dijual di pasaran. Cerita sejarah untuk anak biasanya dikemas dalam bentuk menarik dengan menambahkan gambar dalam setiap halaman buku. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian anak. Dampingi ketika anak membaca bukunya sambil menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut. Agar anak tidak bosan, orangtua bisa membuat variasi, seperti mendongengkan cerita sejarah. Misalnya cerita tentang Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Hasanuddin, dan lain-lain.

    4. Mengenalkan lagu Nasional

    Musik mempunyai banyak manfaat pada proses pertumbuhan anak. Karena itu memperkenalkan dan mengajarkan lagu nasional kepada anak usia dini adalah satu hal yang penting karena bisa mengenalkan anak akan nasionalisme. Dalam setiap syair lagu yang dinyanyikan dapat menggungah dan meningkatkan rasa kecintaan anak kepada tanah air dan bangsa. Rasa kecintaan ini wajib dimiliki oleh setiap anak agar bangga terhadap tanah air, bangsa dan negara.

    Cara untuk mengenalkan nasionalisme pada anak tergantung pada kondisi dari masing-masing anak. Selain kita dapat mengajarkan anak nasionalisme, kita sebagai orang tua juga dapat mengajak anak untuk bagaimana cara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Assalaamualaikum 😊