Author: Fidaa Tag

  • Makanan Ini Berkhasiat Redakan Nyeri Lambung

    Makanan Ini Berkhasiat Redakan Nyeri Lambung

    Gejala nyeri lambung bisa diperburuk oleh asam lambung kamu. Selain itu, penyebab sakit lambung lainnya adalah Gastroesopageal Reflux Disease (GERD) yang merupakan penyakit lambung yang disebabkan oleh refluks asam lambung.   

    Diet lambung dapat membantu meredakan tukak lambung dan GERD. Dengan diet lambung, kamu mengonsumsi makanan dan cairan secukupnya sehingga dapat mencegah dan menetralkan pembentukan asam lambung yang berlebihan.  Berikut adalah berbagai

    makanan yang dapat dikonsumsi untuk diet lambung.

    1. Makanan dengan probiotik

    Makanan-makanan yang mengandung bakteri baik atau probiotik, seperti yoghurt, miso, kimchi, kombucha, dan tempe, direkomendasikan dalam diet lambung. Makanan-makanan tersebut dapat membantu melawan infeksi bakteri penyebab iritasi dan membantu pengobatan yang dilakukan agar dapat bekerja lebih baik.  

     

    1. Makanan kaya serat

    Makanan diet lambung selanjutnya adalah makanan yang tinggi serat, seperti apel, pir, oatmeal, dan semacamnya. Serat dapat mengurangi jumlah asam lambung dalam perut kamu sekaligus meredakan rasa kembung dan nyeri. Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya serat dapat membantu mencegah luka dan peradangan pada lambung.  

     

    1. Mengonsumsi umbi-umbian 

    Umbi-umbian, seperti ubi jalar, wortel, kentang, singkong, dan bawang, termasuk makanan yang bisa kamu konsumsi dalam diet lambung. Makanan-makanan ini kaya akan vitamin A yang telah terbukti dapat membantu mencegah dan meredakan tukak lambung. Oleh karena itu, tambahkan makanan-makanan tersebut ke dalam asupan kamu sehari-hari.  

     

    1. Buah-buahan

    Buah-buahan yang dianjurkan pada penderita penyakit lambung adalah pisang dan pepaya. Selain itu, buah pepaya mengandung papain, yakni jenis enzim yang memecah protein dalam makanan sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh. Mengonsumsi enzim tambahan seperti papain dapat membantu meringankan gejala gangguan pencernaan. 

     

    1. Makanan kaya lemak sehat 

    Makanan yang kaya lemak sehat, seperti asam lemak omega-3, dapat membantu mengurangi peradangan pada lapisan perut dan mencegah gastritis yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.  Kamu bisa menemukan asam lemak omega-3 dalam salmon, sarden, kacang kenari, dan biji chia. Selain itu, kamu juga dapat menemukan sumber lemak sehat lainnya pada buah alpukat, minyak zaitun, dan berbagai kacang-kacangan serta biji-bijian.

    Selain mengonsumsi makanan-makanan di atas, kamu juga perlu menghindari makanan yang asam, pedas, mengandung gas, atau tinggi lemak. Tidak semua makanan mempengaruhi semua orang dengan cara yang sama. Kamu perlu mempelajari makanan mana yang baik dan buruk untuk diri kamu supaya mengetahui makanan-makanan apa saja yang perlu kamu batasi.

  • Apa Itu Produk Makanan GMO? Bahayakah?

    Apa Itu Produk Makanan GMO? Bahayakah?

    GMO adalah organisme, baik hewan, tanaman, maupun mikroorganisme yang telah diubah material genetiknya (DNA) secara sengaja, bukan secara alamiah. Sementara PRG merupakan produk yang diproduksi dari atau menggunakan GMO.

    Beberapa produk GMO adalah kacang kedelai, kapas, jagung, papaya, beras, tomat, kentang, susu, kacang polong dan masih banyak lagi. Di dunia ini populasi manusia semakin bertambah setiap harinya. Untuk menyiasati produksi pangan, diadakanlah rekayasa genetika DNA. 

    GMO memiliki sisi positif maupun negatif. Segi positifnya yaitu dapat mengatasi masalah kedaulatan pangan , komoditas lokal yang tidak bisa tumbuh di daerah ekstrem dapat semakin tahan karena ada genetical enginering, GMO adalah produk yang aman seperti produk produk pertanian yang lain. Sisi negatifnya adalah GMO dapat memicu permasalahan permasalahan kesehatan, alergi, mutasi, dan penyakit jangka panjang.

    Baca juga : Apa itu Gluten? Kenapa Ada Makanan Bebas Gluten?

    Apakah pangan rekayasa genetika aman dikonsumsi?

    Meskipun pangan yang dihasilkan dari tanaman transgenik memiliki banyak keunggulan, masih banyak orang yang meragukan PRG. Keraguan terhadap pangan rekayasa genetika biasanya berkisar seputar keamanan dan efek sampingnya bagi manusia, antara lain sebagai berikut.

    • Hasil pangan dari tanaman transgenik berpotensi memiliki kandungan yang beracun atau menyebabkan alergi
    • Perubahan gen yang berbahaya, tak terduga, atau tak diinginkan
    • Berkurangnya zat gizi atau kandungan-kandungan lain karena proses persilangan gen
    • Pangan transgenik menyebabkan resistansi terhadap antimikroba alami

    Pada kenyataannya, PRG dan bibit-bibit tanaman transgenik yang sudah beredar di dunia saat ini telah diatur dan lulus uji keamanan pangan yang dilakukan oleh masing-masing negara tempat didistribusikannya produk atau hayati tersebut. 

    Di Indonesia sendiri yang bertanggung jawab untuk menguji dan mengawasi PRG adalah Balai Kliring Keamanan Hayati dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, sesuai dengan mandat yang tercantum dalam undang-undang, peraturan pemerintah, dan surat keputusan bersama lintas kementerian.

    Jika ditemukan zat-zat atau kandungan yang berpotensi membahayakan kesehatan, pangan rekayasa genetika tidak akan diberi izin untuk dijual dan didistribusikan. Ini berarti PRG yang sudah tersedia di Indonesia saat ini aman untuk dikonsumsi.

  • Ini Camilan Balita yang Sehat dan Bergizi

    Ini Camilan Balita yang Sehat dan Bergizi

    Usia balita merupakan masa si kecil belajar mengenal dan mencoba berbagai jenis makanan baru. Di sinilah orangtua punya peran penting dalam memilah-milah berbagai sumber makanan balita terbaik. Selain makanan utama, Anda juga perlu memperhatikan sumber camilan sehat untuk balita. Lalu, apa saja yang hal penting yang harus dipertimbangkan? Berikut penjelasannya.

    Camilan sehat untuk balita usia 1-2 tahun

    Anak usia 1 tahun sampai 2 tahun sedang sangat aktif dan sering tidak betah duduk di kursi padahal perutnya sedang lapar. Di fase ini, balita membutuhkan 5-6 kali makan dalam sehari dengan 3 kali makan utama dan 2-3 kali camilan.

    Ada beberapa camilan sehat untuk balita usia 1-2 tahun:

    • Sereal
    • Buah potong (pastikan ukurannya kecil dan lunak agar tidak tersedak)
    • Keju potong atau iris (slice)
    • Susu

    Berikan camilan di waktu jeda setelah menyantap makanan utama setiap harinya. Ini membuatnya mengerti jadwal makan balita karena sudah terbiasa.

    Selain itu, biasakan untuk memberikan camilan dalam porsi sedikit karena ukuran lambungnya masih kecil dibanding orang dewasa.Berikan camilan di waktu jeda setelah menyantap makanan utama setiap harinya. Ini membuatnya mengerti jadwal makan balita karena sudah terbiasa.

    Selain itu, biasakan untuk memberikan camilan dalam porsi sedikit karena ukuran lambungnya masih kecil dibanding orang dewasa.

    Camilan sehat untuk balita usia 3-5 tahun

    Bagaimana dengan balita usia 3-5 tahun? Rasa penasaran masih menjadi tantangan untuk orangtua. Perbedaannya, anak di usia ini sudah bisa mengungkapkan perasaannya, misalnya mengatakan “aku lapar” atau “aku bosan” dan sebagainya.

    Camilan sehat untuk balita usia 3-5 tahun yaitu:

    • Buah potong dengan irisan tidak terlalu besar
    • Irisan sayur
    • Susu atau yogurt
    • Keju atau keripik gandum

    Hindari memberikan camilan berbentuk permen atau kue yang terlalu manis karena membuat anak berisiko terkena diabetes.

    Baca Juga : Tips Memilih Snack Sehat untuk Anak, Ibu Perlu Tahu

  • Tips Memilih Snack Sehat untuk Anak, Ibu Perlu Tahu

    Tips Memilih Snack Sehat untuk Anak, Ibu Perlu Tahu

    Snack time atau waktu ngemil mungkin menjadi bagian dari jadwal harian anak. Mengonsumsi camilan atau snack sehat bisa membantu mengganjal rasa lapar di antara waktu makan.

    Demi mendukung kebutuhan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan si kecil, maka Ibu perlu memperhatikan jenis snack yang diberikan. Mengutip dari Mayo Clinic dan Healthy Children, berikut ini

    Tips memilih snack sehat untuk anak

    1. Jauhkan junk food. Agar anak terbiasa mengenal dan mengonsumsi makanan atau snack yang sehat, biasakanlah untuk menjauhkannya dari junk food sejak dini. Anak akan menjadi mudah lapar jika mereka sering makan junk food atau olahan.
    2. Dorong konsumsi protein. Snack dengan kandungan protein akan sangat berguna karena dapat membantu anak merasa kenyang dan bertenaga lebih lama.
    3. Makanan berserat. Snack dengan kandungan yang kaya serat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan anak, Bunda. Namun jangan memberinya terlalu banyak karena mungkin dapat mengakibatkannya mengalami sembelit.
    4. Makanan berwarna. Makanan dengan banyak warna biasanya selalu menarik perhatian anak-anak, Bunda. Cobalah untuk menawarkannya snack dengan beragam warna dari buah-buahan serta sayuran seperti alpukat, nanas, atau mangga untuk meningkatkan paparan makanan padat bernutrisi.
    5. Makanan manis yang sehat. Ibu bisa memberi snack manis pada si kecil, namun dengan lemak yang rendah dan bukan dari pemanis buatan, dengan kadar tidak berlebihan.
    6. Bentuk dan hias snack. Bentuk dan hias snack agar tampak lebih menarik. Ibu juga bisa menggunakan beberapa alat makan yang unik dan ajarkan cara makan dengan cara menyenangkan.
    7. Perhatikan kandungan snack. Snack berlabel rendah lemak atau bebas lemak terkadang dapat mengandung banyak kalori, gula dan natrium, lho. Supaya enggak kecolongan, periksa label nutrisi untuk mengetahui keseluruhan kandungan ya, Ibu.
    8. Atur tempat dan waktu. Mengatur tempat dan snack time ini baik, Ibu. Cara ini dapat mengajarkan anak untuk disiplin dengan hanya diizinkan ngemil di area tertentu, seperti dapur, dan tidak sambil menonton.
    9. Simpan makanan sehat di rumah. Jauh lebih mudah membuat snack yang sehat jika Bunda menyimpan beberapa bahan utama di rumah. Misalnya, sayuran dan buah segar, yogurt, dan keju.
  • Apa itu Gluten? Kenapa Ada Makanan Bebas Gluten?

    Apa itu Gluten? Kenapa Ada Makanan Bebas Gluten?

    Tak asing mendengar makanan yang bebas gluten? Banyaknya olahan makanan yang bebas gluten mengatakan lebih sehat dan baik untuk tubuh. Nah, Tahukah kamu apa itu? Yuks simak uraian dibawah ini ya!

    Apa itu Gluten?

    Gluten merupakan sebuah protein yang secara alami ditemukan pada gandum, padi-padian dan serelia, gandum hitam (rye), jelai (barley) dan triticale. Gluten berperan sebagai lem yang membantu menjaga makanan tetap menempel dan menjaga bentuk makanan. Ada dua jenis utama protein pada gluten, yaitu glutenin dan gliadin.

    Secara fisik, gluten dapat dikenali dengan mudah. Saat membuat adonan dari campuran air dan tepung gandum, lalu kemudian adonan tersebut dicuci bersih. Maka pati gandum menghilang dan sisanya adalah gluten yang kenyal. Sesuai dengan namanya yaitu gluten yang menyatakan glue adalah sifat lengket seperti lem kental dan kenyal.  

    Dalam proses pengolahan makanan, fungsi gluten adalah untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, elastis, dan mengembang pada makanan (seperti roti dan kue). Beberapa produsen bahkan menambahkan ekstra gluten dalam bentuk bubuk ke dalam makanan yang dibuatnya.

    Efek elastis, kenyal, dan mengembang tersebut dihasilkan ketika tepung dicampurkan dengan air. Protein gluten akan membentuk jaringan-jaringan yang lengket dengan konsistensi seperti lem.

    Meski meningkatkan tekstur makanan, gluten tergolong komponen yang tidak mengandung nutrisi penting untuk tubuh. Protein ini bahkan dapat berdampak buruk pada orang-orang tertentu.

     

    Artikel ini pernah tayang sebelumnya di sehatq.com berjudul “Gluten Adalah Komponen dalam Makanan, Ini Fakta-faktanya!”

  • Apa itu Penyakit Celiac? Bolehkan Konsumsi Gluten?

    Apa itu Penyakit Celiac? Bolehkan Konsumsi Gluten?

    Celiac adalah penyakit autoimun yang gejalanya muncul akibat mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Celiac bisa menyebabkan keluhan pada sistem pencernaan dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak diobati.

    Gluten adalah jenis protein yang dapat ditemukan di makanan tertentu, seperti roti, pasta, sereal, dan biskuit. Protein ini berfungsi membuat adonan roti atau makanan menjadi elastis dan kenyal.

    Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Celiac

    Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi tidak normal terhadap gliadin, yaitu komponen protein yang terkandung di dalam gluten.

    Belum diketahui apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Akan tetapi, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena celiac, yaitu:

    • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit celiac atau dermatitis herpetiformis
    • Menderita diabetes tipe 1, Addison, sindrom Turner, sindrom Down, sindrom Sjogren, kelenjar tiroid, epilepsi, atau kolitis ulseratif
    • Pernah mengalami infeksi sistem pencernaan (seperti infeksi rotavirus) saat masa kanak-kanak

    Gejala Penyakit Celiac

    Gejala penyakit celiac dapat berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Pada anak-anak, gejalanya antara lain:

    • Diare kronis
    • Sembelit
    • Perut kembung
    • Mual dan muntah
    • Sakit perut
    • Tinja berbau tidak sedap, berminyak, dan terlihat pucat
    • Penurunan berat badan atau berat badan sulit naik

    Namun, kebanyakan orang dewasa dengan penyakit celiac juga mengalami gejala di luar sistem pencernaan, seperti:

    • Nyeri sendi
    • Sariawan
    • Anemia defisiensi besi
    • Sakit kepala
    • Pengeroposan tulang (osteoporosis)
    • Tubuh mudah lelah
    • Kerusakan pada enamel gigi
    • Menstruasi tidak teratur
    • Kesemutan dan mati rasa di jari tangan dan kaki (neuropati perifer)
    • Keguguran atau sulit mendapatkan keturunan
    • Kejang
  • Ayo Cek Dulu! Apakah Kamu Alergi Gluten?

    Ayo Cek Dulu! Apakah Kamu Alergi Gluten?

    Pernah mendengar produk makanan yang berlabel “gluten-free”, artinya makanan tersebut bebas dari kandungan gluten. Makanan ini ditujukan khusus mereka yang alergi dengan gluten. Alergi ini bisa disadari bisa juga tidak. Yuk! Cari tau apakah kamu memiliki alergi gluten?

    Gluten, dalam bahasa Indonesia artinya campuran lengket yang keluar dari tepung bijian. Agar mudah memahaminya, ketika air dicampur dengan tepung terigu maka endapannya akan menghasilkan zat lengket. Nah, zat lengket itulah yang dinamakan gluten.

    Gluten ini berfungsi untuk membuat adonan tepung menjadi elastis. Kandungan zat ini bisa kita temukan di berbagai jenis biji-bijian, seperti gandum, tepung terigu, gandung hitam, dan barley.

    Ciri-Ciri Alergi Gluten

    Cara paling mudah mengetahui alergi gluten adalah mengalami reaksi gatal dan ruam ketika atau setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten, Namun, tidak hanya itu saja. Berikut ini ciri-cirinya :

    1. Gangguan pencernaan seperti kembung, sembelit, hingga disentri dan diare
    2. Ketidakseimbangan Hormon
    3. Penurunan Nafsu Makan hingga berat badan yang sering berubah
    4. Gangguan Sistem Saraf Pusat yang dapat mengakibatkan rasa cemas, depresi hingga insomnia
    5. Anemia
    6. Gangguan kulit seperti Dermatitis Herpetiformis dan Keratosis Pilaris 
    7. Pembengkakan yang biasa terjadi pada jari-jari, paha, dan lutut kaki.
    8. Gangguan Pernapasan seperti sesak napas atau asma
    9. Nyeri Sendi, pada beberapa orang akan mengalami reaksi alergi gluten yang berupa rasa nyeri yang mendera persendian tubuhnya.
    10. Radang. Pada kasus yang cukup parah, peradangan  bisa menyerang organ pencernaan yakni usus.
    11. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
    12. Syok Anafilaktik, yakni suatu kondisi di mana terjadi sejumlah komplikasi
  • Berikut ini Jenis Tepung Bebas Gluten

    Berikut ini Jenis Tepung Bebas Gluten

    Bagi orang yang memiliki alergi pada gluten tentunya tidak bisa mengonsumsi tepung terigu. Namun, tidak perlu khawatir karena terdapat jenis tepung yang bebas dari gluten. Tak hanya itu, sekarang banyak produk makanan yang dibuat khusus bebas gluten.

    Buat kamu yang tidak mengetahui tepung bebas gluten  itu apa saja. Yuks simak penjelasan berikut ini!

    1. Tepung Almond

      Tepung ini adalah salah satu tepung dari biji-bijian dan bebas gluten. Kemudian seringnya digunakan dalam makanan yang dipanggang dan bisa juga jadi tepung roti untuk membalut makanan yang bebas gluten. Jika kamu ingin menggunakan tepung almond untuk membuat makanan yang dipanggang, jangan lupa tambahkan telur. Nanti adonannya bisa jadi lebih tebal dan padat jika dibandingkan dengan tepung terigu

    2. Tepung sorgum

      Sorgum memiliki tekstur yang ringan dan cenderung manis. Tepung ini memiliki serat dan protein yang tinggi. Dilansir dari laman Healthline, tepung ini mengandung banyak zat besi dan antioksidan yang membantu melawan peradangan dalam tubuh..

    3. Tepung umbi garut

      Tepung yang berasal dari umbi garut (Maranata arundinacea) ini memang olahan utamanya dibuat menjadi tepung. Baik itu sebagai campuran pembuatan bubur, puding, biskuit, kue-kue basah dan kering, serta juga hunkwe.

    4. Tepung jagung

      Tepung jagung memiliki tekstur yang sangat halus. Jenis ini termasuk dalam tepung bebas gluten ini biasanya digunakan sebagai pengental untuk cairan. Tepung ini juga tinggi serat dan merupakan sumber karotenoid yang yang baik. Vitamin B6, tiamin, mangan, magnesium, dan selenium yang terkandung dalam tepung ini juga cukup tinggi.

    5. Tepung kelapa

      Tepung kelapa terbuat dari daging kelapa yang dikeringkan.Kemudian tepung kelapa mengandung lebih banyak serat dibandingkan tepung terigu. Sebagian besar serat dalam tepung kelapa adalah jenis serat tidak larut yang bisa membantu Anda merasa kenyang, cegah konstipasi, dan meningkatkan kesehatan usus besar.  Karenanya tepung kelapa adalah pilihan yang baik bagi orang yang memiliki alergi kacang dan  gluten.

    6. Tepung tapioka

      Tepung tapioka adalah tepung yang diperoleh dari umbi akar ketela pohon, atau sering disebut singkong. Sifat tepung ini mirip tepung sagu, sehingga keduanya bisa saling menggantikan. Tepung ini sering dijadikan bahan perekat dalam makanan atau pengental untuk sop dan saus.

Assalaamualaikum 😊