Manfaat Puasa untuk Kesehatan

Manfaat Puasa untuk Kesehatan

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menegaskan,

“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah niscaya kalian akan sehat.” (Hadis diriwayatkan Ath Thabrani dalam Mu’jam al Awsath)

Penjelasan Hadis

Meskipun secara periwayatan hadis ini tergolong lemah, namun substansinya menggarisbawahi manfaat ibadah puasa dalam meraih kesehatan, baik secara spiritual maupun fisik. Ini sejalan dengan riset kesehatan yang menunjukkan bahwa puasa memiliki potensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau imunitas.

“Puasa meningkatkan imunitas tubuh, namun dengan syarat-syarat tertentu,” ungkap para ahli kesehatan. Pola makan yang seimbang, istirahat cukup, pengelolaan stres, dan olahraga yang cukup penting untuk menjaga kesehatan saat berpuasa.

Sebagai contoh, menu berbuka puasa yang sebaiknya mengutamakan makanan yang mudah dicerna seperti kurma dan air putih. Seperti halnya Rasulullah SAW yang mencontohkan berbuka dengan hal tersebut sebelum makan utama. Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA menggambarkan bagaimana Nabi berbuka dengan kurma atau air jika tidak tersedia.

Rekomendasi Takjil Ramadhan 2024

Studi-studi juga menunjukkan bahwa puasa memiliki dampak positif pada tubuh, seperti memberikan waktu istirahat pada organ pencernaan, mengurangi lemak tubuh, dan merangsang produksi sel darah putih untuk melawan infeksi. Selain itu, puasa juga membantu meregulasi hormon dan memperbarui sistem kekebalan tubuh.

Beberapa studi telah mengungkapkan beragam manfaat puasa untuk kesehatan, antara lain:

  1. Saat berpuasa, tubuh memasuki fase istirahat untuk usus dan perut, serta membantu dalam proses detoksifikasi. Hal ini racun-racun dalam tubuh dikeluarkan.
  2. Manfaat Puasa untuk kesehatan lainnya yakni mengurangi kadar lemak tubuh, yang jika berlebihan dapat mengganggu keseimbangan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
  3. Sensasi lapar saat berpuasa mendorong sel-sel induk dalam tubuh untuk menghasilkan sel darah putih baru, yang berperan penting dalam melawan infeksi. Para peneliti menggambarkan puasa sebagai ‘pembalik sakelar regeneratif’ yang mendorong pembentukan sel darah putih baru, yang menjadi dasar regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.
  4. Puasa juga membantu dalam me-reset sistem kerja tubuh, menciptakan lingkungan yang sehat untuk regulasi hormon. Ketika tubuh diberi makan setiap tiga hingga empat jam, sinyal lapar terus-menerus diterima, sehingga mengurangi kemampuan tubuh untuk meregenerasi sel. Namun, dengan dihentikannya asupan makanan selama 12 jam saat berpuasa, tubuh dapat lebih fokus dalam proses regenerasi sel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2024 Sendokibu | Created by Zanash ID
Assalaamualaikum 😊
Receive the latest articles

Subscribe To Our Daily Article

Get notified about new articles